Jumat, 28 Oktober 2011

Pengertian Darsana

Kata Darsana berasal dari urat kata “drs” yang berarti ‘melihat’, menjadi kata darsana (kata benda) artinya ‘penglihatan atau pandangan’. Kata darsana  dalam hubungan ini berarti ‘pandangan tentang kebenaran’ (filsafat).
Nama atau istilah lainnya yang berhubungan dengan darsana:
·         Tattva: kata ini berasal dari kata “tat” yang artinya ‘itu’ yang dimaksud adalah ‘hakekat atau kebenaran’.
·         Mananasastra: kata ini berarti pemikiran atau renungan filsafat.
·         Vicarasastra: kata ini pertimbangan,renungan,penyelidikan , dan keragu-raguan yang dimaksud adalah menyelidiki tentang ‘kebenaran filsafat’.
·         Tarka: artinya spekulasi. Tarkika berarti orang yang ahli filsafat .
·         Sraddha: kata ini berarti keyakinan atau keimanan.
Darsana atau filsafat india dibedakan atas dua kelompok,yaitu :
1.      Pandangan yang orthodox,disebut juga Astika. Kelompok ini mengakui otoritas dan kemutlakan kitab suci Veda sebagai sabda Tuhan  Yang Maha Esa yang merupakan sumber ajarannya. Kelompok ini terdiri dari Samkhya, Yoga, Mimamsa, Vaisesika, Nyaya, dan Vedanta. Keenamnya sring disebut Sad Darsana atau Darsana saja dan bila kita membicarakan filsafat Hindu,maka yang dimaksud adalah sad darsana ini.
2.      Pandangan yang Hetrodox disebut juga Nastika. Filsafat ini tidak mengakui kebenaran dan kewenangan Veda. Kelompok ini terdiri dari 3 aliran filsafat, yaitu : Carvaka, Budda, dan Jaina.
Hubungan Veda dengan Darsana, dimana veda merupakan sabda suci atau wahyu Tuhan Yang Maha Esa yang menjadi sumber ajaran agama Hindu sedangkan darsana adalah pandangan maharsi atau para ahli tentang kebenaran ajaran veda dan alam semesta. Darsana (Astika) menjadikan Veda sebagai sumber kajian. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk memudahkan pemahaman terhadap ajaran yang terkandung dalam kitab suci. Dengan mempelajari Darsana akan lebih mudah mempelajari kitab suci. Darsana memberikan pencerahan bagi umat dalam memahami serta mengamalkan ajaran agama.

3 komentar: